Rabu, 30 September 2015

Makalah tentang free sex


Makalah tentang free sex

Disusun oleh :
Kelompok 1
Smk n kebasen
Tahun ajaran 2014/2015



KATA PENGANTAR
Puja dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah yang berjudul “Freesex No Prestasi Yes” ini dapat kami selesaikan tepat pada waktu yang kami rencanakan, untuk memenuhi tugas yang diberikan guru pembimbing.
Kami menyadari bahwa makalah ini banyak kekurangannya, maka dari itu kami meminta dengan hormat kepada para pembaca untuk memberikan kritik dansaran demi kesempurnaannya.
Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada guru pembimbing dan berbagai pihak yang telah banyak membantu kami secara material maupun spiritual atas penyusunan makalah ini.Akhir kata, penulis mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan pembaca, utamanya bagi penulis sendiri. Amin…………….
Daftar Isi
Kata pengantar ………………………………………
Daftar isi ………………………………………
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………
B. Batasan Masalah ………………………………………
BAB II. PEMBAHASAN
Sejarah sex bebas
A. Pengertian Seksualitas ………………………………………
B. Perbedaan seksualitas antara laki-laki dan perempuan? ………..…………………………..
C. Pengertian Freesex ………………………………………
D.Penyebab terjadinya freesex...........................
E.Pacaran adalah Freesex ………………………………………
F.Pandangan Islam Tentang Freesex ………………………………………
G.Beberapa Dampak dari Freesex ………………………………………
H.Hukum Islam bagi Pelaku Zina dan Seks Bebas ………………………………………
BAB III. Penutup
A. Kesimpulan ………………………………………
B. Saran ………………………………………
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualang akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman berinteraksi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk mengisi kehidupan mereka kelak. Rasa ingin tahu dari remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional dan pengetahuan yang cukup akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Daya tarik persahabatan antar kelompok, rasa ingin tahu dianggap sebagai manusia dewasa, kaburnya nilai-nilai moral yang dianut, kurangnya kontrol dari pihak yang lebih tua (dalam hal ini orang tua), berkembangnya naluri seks akibat kematangan alat-alat kelamin sekunder, kurangnya informasi mengenai seks dari sekolah atau lembaga formal serta berbagai informasi seks dan media massa yang tidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil mengenai masalah cinta dan seks begitu kompleks dan menimbulkan gesekan-gesekan dengan orang tua atau lingkungan.
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian yang ketat.
Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan jauh dari norma-norma agama. Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya Indonesia yang menjujung tinggi nilai agama dan pancasila. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari freesex. Saat ini pacaran sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh pacaran. Bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran (berduaan dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, demikian juga dengan budaya islam.
B. Batasan Masalah
1. Apakah seksualitas itu?
2. Apa perbedaan seksualitas antara laki-laki dan perempuan?
3. Apakah pengertian freesex?
4. Apakah ada hubungan antara pacaran dengan freesex?
5. Bagaimana islam memandang freesex?
6. Sebutkan beberapa dampak freesex?
7. Jelaskan hukum islam bagi pelaku seks bebas
BAB II
PEMBAHASAN
     Sejarah seks bebas
Revolusi seks yang mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1960-an seolah sudah merambah kesini melalui piranti teknologi,informasi,dan sarana hiburan yang makin canggih,bintang-bintang porno,film baru Amerika kini dengan gampang bias dinikmati melalui alat pemutar VCD dan DVD.
Dilihat dari literature sejarah perilaku seks bebas sudah pernah menjadi tradisi dalam masyarakat zaman zahiliyah dulu. Zaman dimana kondisi masyarakat arab pra islam yang sangat tenggelam dalam “ Tanah Lumpur “ kebodohan dan keterbelakangan masyarakat. Senang pertikaian,pembunuhan ,kekejaman dan suka mengubur anak perempuan.
Potret sosisl mereka begitu gelap amat frimitive dan jauh dari peradaban pada zaman itulah berlaku tradisi perkawinan mode seks bebas.
Imam Bukhori meriwayatkan dalam sebuah hadist yang diceritakan melalui istri nabi Aisyah r.a ,bahwa pada zaman zahiliyah dikenak 4 cara pernikahan :
    Gonta-ganti pasangan
    Model keroyokan
    Hubungan seks yang dilakukan oleh tuna susila yang memasang bendera / tanda di pintu-pintu rumah 4 model perkawinan sebagaimana berlaku sekarang.
Jika menyimak tiga model pertama dalam perkawinan masyarakat zaman zahiliyah di atas ada kesamaaan budaya dengan perilaku seks bebas,MBA,prostitusi dan hamil diluar nikah yang kian marak di zaman sekarang.Adakah ini pertanda titik balih budaya kontemporer yang bakal kembali ke zaman zahiliyah yang primitive dan gelap seperti dulu. . ??A. Pengertian Seksualitas
Manusia adalah makhluk seksual. Seksualitas diartikan sebagaimana laki-laki dan perempuan berbeda(dan mirip)satu sama lain,secara fisik, psikologis, dan dalam istilah-istilah prilaku:
1. Aktivitas, perasaan, dan sikap yang di hubungkan dengan reproduksi, dan;
2. Bagaimana laki-laki dan perempuan berinteraksi dalam berpasangan didalam kelompok
Jika diterjemahkan kedalam bahasa yang sederhana,seksualitas adalah bagaimana orang merasakan dan mengekspresikan sifat dasar dan ciri-ciri seksualnya yang khusus.
Seksual dimulai dengan beberapa perubahan pubertas selama masa remaja dan di lanjutkan seluruhnya dalam kehidupan dewasa. Dibandingkan dengan pembatasan seksualitas pada periode ketika seseorang memulai aktivitas seksual, kita perlu memikirkan definisi yang lebih tepat yang dikombinasikan dengan cara perkembangan sikap seseorang dan perasaan tentang menjadi laki-laki atau perempuan; cara dia berhubungan secara fisik dan emosional menjadi anggota jenis kelamin yang sama dan yang berlawanan; dan bagaimana menyenangkan orang yang menjadi laki-laki atau perempuan.
Seksualitas mencakup pengalaman dan ekspresi seksual yang di pengaruhi jender,identitas seksual,identitas jender,orientasi seksual, eroticism, sikap dan nilai, perilaku dan praktek, emosi terkait dan proses reproduksi.
  Macam-macam penyempingan
a.  Penyimpangan individual
- Penyalah gunaan narkoba
- Pelacuran
- Penyimpangan seksual          (Homoseks,Lesbian,Biseksual,Pedofil,Sodomi,Zina,seks                                                                                                 bebas,Transeksual ).
- Tindak kriminal / kejahatan
( Perampokan,pembunuhan,pengrusakan, pemerkosaan dan lain-lain )
Dari sekian banyak bentuk penyimpangan yang paling menarik dan paling disukai bahasanya adalah penyimpangan seks.
b.  Macam-macam Penyimpangan seks
    Scoptophia        :
Suka melihat orang lain bersetubuh
    Voyeuurisme     :
Suka ngintip cewe mandi telanjang
3.  Pedophilia          :
Suka ngeseks dengan anak-anak,tidak berminat dengan orang
Dewasa.
4.  Bestially             :
Suka ngeseks dengan hewan atau binatang peliharaan seperti
Ayam,itik,sapi,kambing,anjing dan lain-lain.
5.  Fetishisme          :
Suka menyimpan dan mengumpulkan barang-barang perempuan
Seperti bra,celana dalam dan lain-lain.
    Nyamphomania  :
Perempuan yang kuat nafsu seksnya tidak puas berhubungan seks dengan satu laki-laki,melakukan seks dengan banyak laki-laki,tapi bukan jablai.

7.  Satiriasis             :
Sebaliknya dari nyamphomania.Laki-laki yang kuat melakukan
Hubungan seks dengan banyak perempuan.
8.  Nechophilia        :
Suka ngeseks dengan mayat.
9.  Incest                 :
Suka ngeseks dengan saudara / keluarga sendiri.Seperti adik,kakak
,ibu atau ayah.
10.  Zoophilya          :
Suka lihat hewan ngeseks.
11.  Molested           :
Mencari kesempatan untuk bisa ngeseks paksa dengan terlebih
Dahulu raba-raba punggung,buah dada.Contohnya dokter,dukun
Yang berpura-pura akan memeriksa.
12.  Trollisme           :
Laki-laki yang sika pacar / istrinya disetubuhi oleh orang lain,
Selain itu baru dia yang horny.
13.  Wifeswapping    :
Suka mengganggu istri orang lain dan ngeseks dengan istri orang
Lain temasuk tuker-tukeran istri untuk ngeseks.
14.  Exhibitionisme   :
Suka memperlihatkan bagian-bagian tubuh sehingga
Menimbulkan gairah seks.
15.  Sado-masokisme :
Sado :suka memukul objek seksualnya sehingga dapat kepuasan.
Masokisme :Suka dipukul untuk dapat kepuasan seksual.
 Proterrisme         :
Senang menggosok-gosoksn alat kelamin kepada orang lain di
Tengah keramaian.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi seks bebas diantaranya :
        Adanya pertentangan dari lawan jenis
        Adanya tekanan dari keluarga dan teman
        Kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas
        Kurangnya perhatian dari keluarga khususnya orang tua
        Tipisnya keimanan
        Kondisi stres yang dialami oleh remaja
Seks bebas di kalangan remaja
Saat ini bahasan mengenai seks bebas dikalangan remaja bukanlah hal asing atau aneh,bahkan bahasan seks bebas sudah menjadi makanan sehari-hari di kalangan remaja,mereka sudah tidak sungkan untuk berbicara mengenai seks.
Bahkan diantara mereka sudah banyak yang tidak hanya menjadikan seks bebas sebagai bahasan segari-hari tetapi sudah berani mempraktekannya dengan perbuatan,mereka sudah berani melakukan ‘HAL ITU ‘ tanpa berfikir panjang apalagi bagi mereka yang berpacaran seringkali mereka melakukan ‘ HAL ITU ‘ dengan mengatasnamakan cinta akibatnya banyak kasus kehamilan diluar nikah.
Menurut kasi remaja dan perlindungan Hak Reproduksi BKKBN Jawa Barat,Elma Triyulianti perilaku seks bebas di kalangan remaja memang sangat mungkin terjadi karena usia remaja adalah usia yang paling siap untuk melakukan hubungan seksual.
Lebih dari itu remaja juga menerima banyak rangsangan dari luar yang menstimulus mereka.Akibatnya terjadi pergesran perilaku pacaran di kalangan remaja dulu berpacaran hanya dilakukan berpegangan dan bergandengan tangan.Tetapi sekarang tanpa rabaan,ciuman dan belaian sering disebut bukan pacarann.
Fakta juga menunjukan,remaja semakin berani berpacaran di depan umum.Padahal semua itu mengarah pada perilaku seks bebas,banyak remaja yang melakukan hubungan seks pranikah,Hubungan seks sesama jenis (homo seks),mencari kesenangan seks sendiri (onani) sampai jajan denga para ‘PSK’.
Yang mengejutkan dari hasil survei BKKBN di kab.Majalengka (2003)
Menunjukan dari 347 remaja 51% wanita dan 49% laki-laki mengaku 88% mempunyai kekasih dan 12% tidak,dari jumlah tersebut mereka yang pernah melakukan hubungan seks.64% dengan pacar,21% lain-lain,9% sendiri dan 6% dengan wanita pekerja seks.Bayangkan. . . .” itu hanya di kabupaten Majalengka yang kita bayangkan hanya kota kecil.Lalu bagaimana dengan kota-kota besar lainnya?
Permasalahan tersebut menguatkan bahwa betapa pentingnya penyadaran bahaya seks bebas terhadap remaja.Jika prose situ tidak dilakukan akan ada konflik moral yaitu konflik antara beberapa kecenderungan.
Ada hokum moral yang mereka anggap betul dan baik tapi disisi lain mereka tidak bisa lepas dari hal itu.
Konlik yang umum terjadi dikalangan remaja adalah konflik seks mereka ingin bergaul kerap dengan lawan jenis dan ingin melakukan segala sesuatu sesuai dengan dorongan hatinya,tetapi hal itu bertentangan dengan larangan / pantangan agama dan nilai social.
Pemicu banyaknya perilaku seks bebas di kalangan remaja :
    Proses pendidikan gagal
    Sering mlihat pornografi dan porno aksi
    Lagi nge_trend (pergaulan)
    CINTA adalah ML
    Mengikuti budaya barat seperti “ Valintine Days “
    berpacaran
    Terjerat dalam dunia abat-obatan
    Terjerat dalam dunia gank-gank’an
Dampak dan akibat seks bebas
Ada beberapa dampak yang disebabkan oleh perilaku seks bebas diantaramya :
    Aborsi
Aborsi adalah tindakan penghentikan kehamilan sebelum janin dapat di luar kandungan (sebelum usia 20 minggu kehamilan ).Bukan semata untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dalam keadaan darurat tapi juga bisa karena sang ibu tidak menghendahi kehamilan itu.
Ada 2 macam aborsi itu,yaitu :
Aborsi spontan dimana aborsi terjadi secara alami tanpa intervensi        tindakan medis dan aborsi yang direncanakan dimana melalui tindakan medis dengan obat-obatan saja (jamu,dan sebagainya) atau tindakan bedah atau tindakan lain yang menyebabkan pendarahan lewat vagina.
Penghentian kehamilan pada usia dimana janin sudah mampu hidup   mandiri di luar rahim ibu (lebih dari 21 minggu usia kehamilan) bukan lagi tindakan aborsi tetapi pembunuhan janin atau infantisida.
Aborsi dilakukan karena terjadi kehamilan yang tidak di ingin.Apakah karena kontrasepsi yang gagal,perkosaan,ekonomi,jenis Kelamin atau hamil diluar nikah.
Jika dilihat kebelakang,mengapa banyak remaja yang aborsi,karena melakukan seks bebas.Untuk itu di perlukan pendidikan agama agar moral mereka tinggi dan sadar bahwa free seks tidak sesuai dengan agama dan berbahaya.I. Apa perbedaan seksualitas antara laki-laki dan perempuan?
Kita semua tahu perbedaan dasar secara fisik antara tubuh laki-laki dab perempuan. Selain itu, bahwa perasaan internal dari seksualitas bagaimana masing-masing jenis kelamin memahami dirinya dan mengekspresikan sifat seksualnya secara khusus-secara nyata berbeda antara laki-laki dan perempuan mengirimkan tanda sinyal seksula yang berbeda-beberapa secara verbal,beberapa secara jasmaniah.Sinyal-sinyal itu biasanya berubah-ubah sesuai dengan apakah orang-orang di sekitarnya laki-laki atau perempuan.Namun,sulit untuk mengidentifikasikan atu menggambarkan bagaimana laki-laki atau perempuan merasakannya sendiri kecuali melalui hal-hal yang berhubungan dengan jenis kegiatan tertentu.
C. Pengertian Freesex
Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas karena adanya pertentangan dari lawan jenis, adanya tekanan dari keluarga dan teman. Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari 5% ada tahun 1980-an menjadi 20% di tahun 2000. telah dilakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan remaja tentan seks bebas di Desa Paya Bakung Dusun I B Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2006.
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diajukan responden dengan jumlah sampel 42 responden. Hasil penelitian yang terlibat pergaulan tidak baik sebanyak 80,9% sedangkan remaja yang memperoleh sumber informasi tentang seks bebas sebanyak 47,6% dan remaja yang keadaan ekonominya baik sebanyak 35,6% serta remaja yang berpengetahuan cukup tentang seks bebas sebanyak 43% sedangkan baik dan kurang masing-masing sebanyak 28,5%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas disebabkan karena kurangnya kesadaran remaja tentang keadaannya dan tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anaknya.
Munculnya istilah freesex seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan/kemajuan industri masyarakat. Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada kemunduran. Dalam hal ini adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya freesex tanpa batas.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah freesex. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi freesex artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.
Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31.
قُلْلِّلْمُؤْمِنِينَيَغُضُّوامِنْأَبْصَارِهِمْوَيَحْفَظُوافُرُوجَهُمْذَلِكَأَزْكَىلَهُمْإِنَّاللهَخَبِيرٌبِمَايَصْنَعُونَ {30} وَقُللِّلْمُؤْمِنَاتِيَغْضُضْنَمِنْأَبْصَارِهِنَّوَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ{31}
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 30,31)
Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam freesex? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam freesex itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang
1.         Pengertian Sex Bebas
Seks berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks, misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan.Perlaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual.Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual atas.
Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi.Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya. Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks ataupun sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan.
Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Ingat aborsi itu sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya.
Pada orang yang telah menikah, seks bebas dilakukan karena mereka mungkin hanya sekedar having fun. Biasanya mereka melakukan perselingkuhan denga orang lain yang bukan pasangan resminya, bahkan ada juga pasangan suami istri yang mencari orang ketiga sebagai variasi seks mereka. Ada juga yang bertukar pasangan. Semua kelakuan diatas dapat dikategorikan seks bebas dan para pelakunya sangat berisiko terinfeksi virus HIV.
Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin dimana seseorang lebih tertarik secara seksual. Secara ekstrem orientasi seksual dikategorikan menjadi dua yaitu heteroseks (orang yang secara seksual tertarik dengan lawan jenis) dan homoseks (orang yang secara seksual lebih tertarik dengan orang lain yang sejenis kelamin). Diantara kedua kutub orientasi seksual tersebut, masih ada perilaku-perilaku seksual yang sulit dimasukkan dalam satu kategori tertentu karena banyak sekali keragaman di dalamnya.
Secara seksual dan aktivitas seskual pada jenis kelamin yang sama. Laki-laki yang tertarik  kepada laki-laki disebut “gay”., sedangkan perempuan yang tertarik pada perempuan disebut “lesbian”.
Terjadinya homoseksualitas masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa hal ini terjadi sejak lahir (dipengaruhi oleh gen) dan ada pula yang mengatakan didapatkan dari pengaruh lingkungan. Homoseksual dikatakan normal apabila bisa diterima di suatu budaya tertentu dan dikatakan tidak normal apabila tidak diterima di budaya yang lain, tetapi dalam bersikap  kita sebaiknya tetap menghargai manusia tanpa membedakan orientasi seksualnya.
2.          Penyebab Terjadinya Sex Bebas
a.       Pengaruh Negatif Media Massa
Media masssa seperti televisi, film, surat kabar, majalah dan sebagainya belakangan semakin banyak memasang dan mempertontonkan gambar-gambar seronok dan adegen   seks serta kehidupan yang glamour yang jauh dari nilai-nilai. Hal ini diperparah lagi dengan berkembangnya tehnologi internet yang menembus batas-batas negara dan waktu yang memungkinkan mengakses hal-hal yang bisa meningkatkan nafsu seks. Informasi tentang seks yang salah turut memperkeruh suasana. Akibatnya remaja cenderung ingin mencoba dan akhirnya terjerumus kepada sex bebs (free sex).
b.        Lemahnya Keimanan
        Hampir semua, bila tidak mau dikatakan semua, perilaku seks bebas, tahu akan beban dosa  yang mereka terima. Tapi entah kenapa, bagi mereka hal itu 'dibelakangkan' dan menjadikan nafsu sebagai pemimpin. Ini menunjukkan lemahnya rasa keimanan mereka.
c.          Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan dilandasi nilai-nilai agama.
d.         Lemahnya pengawasan orang tua.
e.          Salah dalam memilih teman
3.         Bahaya Dan Dampak Sex Bebas
            Dampak dari  sex bebas (free sex), khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi
a.         Bahaya Fisik
Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS)  dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki. PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual.  Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.  Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian. Penyakit klamin yang dapat terjadi adalah kencing nanah (Gonorrhoe), raja singa (Sifilis), herpes genitalis, limfogranuloma venereum (LGV), kandidiasis, trikomonas vaginalis, kutil kelamin dan sebagainya. Karena bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar tubuh, gejala PMS lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda PMS pada laki-laki antara lain:
•         berupa bintil-bintil berisi cairan,
•         lecet atau borok pada penis/alat kelamin,
•         luka tidak sakit; keras dan berwarna merah pada alat kelamin,
•         adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam,
•         rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin,
•         rasa sakit yang hebat pada saat kencing,
•         kencing nanah atau darah yang berbau busuk,
•         bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok.
Pada perempuan sebagian besar tanpa gejala sehingga sering kali tidak disadari.  Jika ada    gejala, biasanya berupa antara lain:
•         rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual,
•         rasa nyeri pada perut bagian bawah,
•         pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin,
•         keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya,
•         keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal,
•         timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual,
•         bintil-bintil berisi cairan,
•         lecet atau borok pada alat kelamin.
Perlu diketahui bahwa PMS tidak dapat dicegah hanya dengan memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya, mencuci alat kelamin setelah berhubungan seksual, minum jamu-jamuan, minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks.
AIDS singkatan dari Aquired Immuno Deficiency Syndrome.  Penyakit ini adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh.  Penyebabnya adalah virus HIV.  HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. AIDS merupakan penyakit yang salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual.   Selain itu HIV dapat menular melalui pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV, menerim tranfusi darah yang tercemar HIV atau dari ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungannya. Di Indonesia penularan HIV/AIDS paling banyak melalui hubungan seksual yang tidak aman serta jarum suntik (bagi pecandu narkoba).
Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu orang yang terinfeksi sering menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu atau diare.  Pada periode 3-4 tahun kemudian penderita tidak memperlihatkan gejala khas atau disebut sebagai periode tanpa gejala, pada saat ini penderita merasa sehat dan dari luar juga tampak sehat.  Sesudahnya, tahun ke 5 atau 6 mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan dimulut, dan terjadi pembengkakan di kelenjar getah bening dan pada akhirnya bisa terjadi berbagai macam penyakit infeksi, kanker dan bahkan kematian. Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus HIV, yang menunjukkan adanya virus HIV dalam tubuh, dilakukan tes darah dengan cara Elisa sebanyak 2 kali.  Kemudian bila hasilnya positif, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan cara Western Blot atau Immunofluoresensi.
Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental/ emosi/psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi.  Secara umum, seorang perempuan dikatakan siap secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya berhenti tumbuh), yaitu sekitar usia 20 tahun.  Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan pedoman kesiapan fisik. Kehamilan pada usia yang sangat dini dan tidak dikehendaki akan menyebabkan terjadinya resiko kehamilan dan persalinan serta resiko pada janin seperti
    panggul sempit
    kontraksi rahim yang lemah
    ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta
    kejang-kejang yang dapat menyebabkan kematian
    Remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya
    Gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh pada janin
    kecacatan
    Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang tidak menghendaki kehamilan bayi yang dilahirkanya nanti.  Sehingga  masa depan anak mungkin saja terlantar
    Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan aborsi.  Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum.  Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak aman.  Aborsi tidak aman berkontribusi kepada kematian dan kesakitan ibu. Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika dilakukan secara sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih.  Perdarahan yang terus-menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan yang melakukan aborsi.  Di samping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis.  Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya perasaan bersalah dan penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi.
b.      Bahaya perilaku dan kejiwaan
Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex. Sipenderita sellau menyibukkan waktunya dengan berbagai khayalan-khayalan seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan, dan bayangan-bayangan bentuk tubuh wanita luar dan dalam. Sipenderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Akibatnya bila tidak mendapat teman untuk sex bebas, ia akan pergi ke tempat pelacuran (prostitusi) dan menjadi pemerkosa. Lebih ironis lagi bila ia tak menemukan orang dewasa sebagai korbannya, ia tak segan-segan memerkosa anak-anak dibawah umur bahkan nenek yang sudah uzur.
c.         Bahaya sosial
      Sex bebas juag akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi.
Anak yang terlanjur terlahir akibat sex bebas (perzinahan) tidak mendapatkan cinta kasih dari ayahnya dan kelembutan belainan ibunya. Ia tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup. Setelah ia tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan, maka kejiwaannya akan menjadi kaku dan tersisih dalam pergaulan dan sosial kemasyarakatan, bahkan tak jarang ia akan terlibat dalam masalah kriminalitas. Hal yang lebih ironis lagi adalah sering ayah dari anak yang terlahir akibat sex bebas tidak jelas lagi siapa ayahnya.
Sex bebas juga akan menyebabkan berantakannya suatu keluarga dan terputusnya tali silaturrahmi dan kekerabatan. Orang tua biasanya tidak akan perduli lagi pada anak yang telah jauh tersesat ini, sebaliknya seorang remaja yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh orang tuanya akan semakin nekad, membangkang dan tidak patuh lagi pada orang tua. Ia juga akan terlibat konfrontasi dengan sanak saudara lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan rasa frustasi dan kecewa serta dendam tak kesudahan terhadap anggota keluarga sendiri.
d.      Bahaya perekonomian
      Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun, penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya. Disamping itu sipelaku juga akan berupaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji seperti korupsi, menipu, judi, bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainya.

4.            Pencegahan Terjadinya Sex  Bebas 
            Untuk menghindari sex bebas perlu dilakukan pengontrolan dan pengendalian nafsa syahwat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah.
a.       . Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
 Seorang pemuda bila ia sendirian diwaktu-waktu kosong, akan datang kepadanya angan-angan, bisikan-bisikan dan hawa nafsu yang membawa kepada dosa juga khayalan-khayalan seksual. Seorang pemuda harus mentahui bagaimana ia menghabiskan waktunya dan mengisi waktu kosongnya. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi waktu kosongnya, bisa dengan olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat kerajinan tangan, menghadiri pengajian, mengiktui perlombaan dan lain-lain aktifitas yang bermanfaat.
b.      Memilih Teman Yang Baik
Suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan bahwa ketika seorang remaja berteman dengan teman yang baik maka ia akan terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan.
c.         Menjauhi dan menghindari media massa yang buruk
Media massa merupakan salah satu faktor yang ”ikut” bertanggung jawab terhadap menjamurnya seks bebas. Banyak acara-acara ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang mengumbar nafsu seks, gambar-gambar yang seronok, iklan-iklan yang berbau ”pornografi” yang turut memperburuk moral para remaja dan merangsang remaja untuk melakukan seks bebas. Untuk itu para remaja perlu memilah-milah berita yang akan dibaca dan acara televisi yang akan ditontonnya.
d.   Berpuasa
e.   Menggunakan cara-cara medis
Untuk mengendalikan nafsu seksual dapat diupayakan cara-cara medis sebagai berikut:
•         Sering mandi air dingin di musim panas
•         memperbanyak olahraga dan latihan fisik
•         Menjauhi makanan yang mengandung merica dan rempah-rempah karena mempunyai sifat merangsang
•         Tidak terlalu banyak mengkonsumsi semampunya minuman perangsang saraf seperti kopi
•         Tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging merah dan telur
E. Pacaran adalah Freesex
Pacaran merupakan satu konsep yang sama dengan freesex. Dari sumber di atas kita telah mengetahui bahwa freesex tidak mengenal batas-batas pergaulan. Para remaja dengan bebas saling bercengkrama, bercampur baur (ikhtilat) antara lawan jenis, akibatnya mudah di telusuri berkembanglah budaya pacaran.
Kecintaan terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia. Tetapi pacaran buakanlah wadah yang tepat. Cinta bukanlah sekedar pandangan mata ataupun kerlingan. Bukan pula lembaran surat yang berisi pujian kata yang melebihi dari ikatan pernikahan, dan cinta tidak akan berakhir dengan pernikahan.
Banyak orang yang mengagungkan dan memproklamirkan kata cinta. Namun mengapa gambaran dan kenyataan pahit mewarnai dunia cinta. Betapa banyak cinta berujung pada pembunuhan bayi-bayi yang tak berdosa. Banyak orang yang memiliki cinta melakukan hal yang keji. Cinta berubah menjadi perceraian dan mengakibatkan suramnya masa depan generasi mendatang. Mengapa pula cinta bisa dijajakan di sembarang tempat oleh wanita berbusana minim ? Hal-hal yang mengenaskan sekaligus memalukan itu menjadi daftar persoalan yng melingkupi dunia cinta.
Sebagian orang berpendapat bahwa cinta bermakna kecenderungan terus menerus disertai dengan hati yang meluap-luap. Inilah yang membuat seseorang menjadi buta dan tuli. Kebutaan ini dapat diartikan tidak lagi melihat tata nilai terutama nilai-nilai syariat islam, sehingga banyak orang menabrak nilai-nilai Islam dalam mengekspresikan cintanya. Dan yang dimaksud tuli yaitu tidak mau mendengar nasihat-nasihat agama yang seharusnya dapat membingkai cintanya. Seperti yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW,
Kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuat buta dan tuli.” (HR. Ahmad).
Lain halnya dengan seseorang yang berada dalam wilayah tidak terlarang, seperti seseorang yang berada jauh dari rumah lalu merindukan istrinya.
Semua aktifitas tubuh kita berpotensi menimbulkan zina ketika digerakkan atas nama syahwat yang melesat lepas dari kendali fitrah. Namun nama Allah Maha Pemurah, zina yang dilakukan selain farji tidak sampai dikenakan hukuman cambuk. Ia masih bisa dihapus dengan taubat yang tulus dan ditebus dengan amal-amal shalih. Cara untuk menghindari zina adalah dengan mengendalikan hawa nafsu dan menutup rapat-rapat pintu zina.
E. Pandangan Islam Tentang Freesex
Banyak hal-hal yang negatif yang ditimbulkan oleh freesex. Ini semua telah terlukis oleh mereka di belahan bumi Barat, yang dulu mengagung-agungkan kebebasan dalam segala hal, termasuk kebebasan seks, kini mereka menjerit. Angka perceraian sangat tinggi, dan pranata pernikahan diragukan. Akibatnya keluarga sebagai sendi masyarakat runtuh, kemudian terjadilah dekadensi moral. Wabah AIDS menebarkan kengerian dan ketakutan karena semakin liarnya perilaku masyarakat dalam freesex.
Apa yang terjadi di Barat dapat kita sinyalir dari tulisan George Balusyi dalam bukunya ; “Ledakan Seksual”, yaitu ; “pada tahun 1962, Kennedy menjelaskan, masa depan Amerika diancam bahaya, sebab para pemudanya cenderung dan tenggelam di dalam syahwat sehingga tidak mampu memikul tanggung jawab yang harus dipikul di atas pundaknya. Setiap tujuh pemuda yang maju untuk jadi tentara, terdapat enam pemuda yang tidak pantas dijadikan tentara. Sebab syahwat yang telah mereka lampiaskan itu, telah merusak keseimbangan hygienis dan psikis mereka”.
Budaya free sex tidak jauh berbeda dengan budaya pacaran. Dan dengan menghubungkan fakta yang terjadi di sekitar kita, banyak para pemuda dan pemudi yang mengaku dirinya muslim tetapi mereka melakukan perbuatan zina. Juka hal ini dibiarkan, maka akan sangat berabhaya bagi kelanjutan da’wah Islam. Betapa sedihnya jika ummat Islam yang begitu besar tetapi akhlak para pemudanya penuh dengan kebobrokan. Naudzubillahi min zaalik.
F. Beberapa Dampak dari Freesex
Remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan adaptip yang menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya. Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam lingkungan mal-adaptif, akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak masa depan remaja. Dampak freesex mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS).
Penyakit menular seksual sampai saat ini ada lebih dari 30 macam penyakit. Yang sering ditemui di indonesia adalah :
· GONORE atau kencing nanah
· SIPILIS atau raja singa
· HERPES GENETSLIS
· AIDS
    Gonore
Pada lelaki mudah dikenal sebagai “kencing nanah”. Penyebabnya bakteri yang disebut Neisseria gonorrheae. Gejala-gejala muncul antara 2 hingga 10 hari setelah terjadi hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1) Penyakit radang panggul
2) Kemandulan
3) Infeksi mata pada bayi baru lahir
4) Memudahkan penularan infeksi HIV
    Sifillis
Disebut juga “raja singa”. Disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Gejala-gejala munul antara 2-6 minggu (kadang-kadang 3 bulan) setelah terjadi hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1) Kerusakan pada otak dan jantung
2) Keguguran atau lahir cacat
3) Memudahkan penularan infeksi HIV
    Herpes Genital
Disebabkan oleh virus Herpes simplex. Gejala-gejala muncul antara 4-7 hari setelah terjadi hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1) Nyeri
2) Dapat ditularkan ke mata bayi baru lahir- buta
3) Dapat menyebabkan infeksi berat yang menyebabkan kematian pada janin atau aborsi
4) Meningkatkan resiko terkena HIV/AIDS
    AIDS
AIDS (Acquired immune deficiency syndrome) adalah penyakit infeksi yang menular. (Gejalanya adalah kelompok tanda-tanda dan gejala tertentu). Ini ditularkan lewat kontak seksual, berbagai jarum yang tercemar dan menerima darah yang terinfeksi dan alat-alat untuk transfusi darah. Perempuan hamil yang terinfeksi AIDS dapat menularkan penyakit itu kepada anaknya.
AIDS mempengaruhi individu yang homo seksual (tertarik pada jenis kelamin yang sama) ataupun hetero seksual (tertarik pada lawan jenis). Kelompok yang paling sering tertular oleh AIDS adalah laki-laki homo seksual; laki-laki dan perempuan yang memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti, baik padahomo seksual maupun hetero seksual; pengguna obat melalui suntikan; dan hemophilliacs (seseorang yang menderita kelainan darah yang jarang yang memerlukan transfusi darah terus menerus). Kelompok itu acap kali dinamakan kelompok beresiko tinggi terserang AIDS.
Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas masih sangat rendah. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. Di Amerika, 1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian, 1 dari 2 anak hasil perzinahan, 75 % gadis mengandung di luar nikah, setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dengan pelacuran. Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan berakhir dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat hingga 486%. Di Perancis, penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu satu tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual/ lesbian, incest, orgy, bistiability, merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undang-undang.
Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion).
Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas.
Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat.
G. Hukum Islam bagi Pelaku Zina dan Seks Bebas
Sungguh Allah Subhaanahu wa ta’ala telah mengkhususkan hukuman dosa zina daripada hukuman-hukuman yang lainnya dengan tiga kekhususan, yaitu:
Pertama, dibunuh dengan cara yang sangat keji jika pelakunya seorang yang telah menikah, dan terkadang dicambuk (hukuman ini bagi pelaku zina yang belum menikah), terkadang digabungkan antara dua hukuman kepada pelakunya, yaitu pada tubuhnya dengan cambukan dan pada hatinya dengan diasingkan dari negerinya selama satu tahun.
Ada sebuah hadits dalam Shahihain bahwasanya datang seorang Arab gunung kepada Nabi Shallallaahu ’alaihi wasallam, lalu berkata:
يَارَسُوْلَاللهِ! إِنَّابْنِىكَانَعَسِيفًا ( أَجِيرًا ) عَلَىهَذَا،فَزَنَىبِامْرَأَتِهِوَإِنِّيْأُخْبِرْتُأَنَّعَلَىابْنِىالرَّجْمَ،فَافْتَدَيْتُمِنْهُبِمِائَةٍمِنَالْغَنَمِوَوَلِيدَةٍ ( جَارِيَةٍ )،فَسَأَلْتُأَهْلَالْعِلْمِفَأَخْبَرُوْنِيْأَنَّعَلَىابْنِىجَلْدُمِائَةٍوَتَغْرِيبُعَامٍ،وَأَنَّعَلَىامْرَأَةِالرَّجُلِالرَّجْمَ
Wahai Rasulullah! Sesungguhnya anak lelakiku bekerja kepada si fulan, lalu ia berzina dengan istrinya. Diberitakan kepadaku bahwa anak lelakiku harus dirajam. Maka aku membayar fidyah darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian, aku bertanya kepada ulama dan mereka memberitahukan kepadaku bahwa anak lelakiku harus dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Adapun istri si fulan itu harus dirajam.“
Lalu, Nabi Shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda:
وَالَّذِىنَفْسِىبِيَدِهِلأَقْضِيَنَّبَيْنَكُمَابِكِتَابِاللَّهِ،أَمَّاالْوَلِيدَةُوَالْغَنَمُرَدٌّعَلَيْكَ،وَعَلَىابْنِكَجَلْدُمِائَةٍوَتَغْرِيبُعَامٍ،وَاغْدُيَاأُنَيْسُإِلَىامْرَأَةِهَذَا،فَإِنِاعْتَرَفَتْفَارْجُمْهَا
Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh aku akan menetapkan hukum di antara kalian berdua dengan kitab Allah, ambillah kembali budak wanita dan kambing itu olehmu adapun anak lelakimu harus dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Pergilah engkau wahai Unais kepada istri si fulan ini. Jika ia mengakui (perbuatannya), rajamlah ia.” (Lalu, ia pun pergi kepada wanita tersebut dan wanita itu pun mengakuinya. Maka Nabi Shallallaahu ’alaihi wasallam memerintahkan agar wanita tersebut dirajam, lalu dirajamlah ia).
Kedua, Allah Subhaanahu wa ta’ala melarang para hamba-Nya dari kaum mukminin agar tidak mencegah tegaknya hukum Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam agama-Nya atas dasar belas kasihan. Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,
Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nuur [24]: 2)
Ketiga, Allah Subhaanahu wa ta’ala mewajibkan agar aib keduanya (para pelaku zina) ditampakkan. Tidak diragukan lagi bahwasanya Allah Subhaanahu wa ta’ala Satir (سَتِيْرٌ), yang Maha Mencintai ketertutupan dan ‘Afuw (عَفُوٌّ), yang Maha Mencintai ampunan. Akan tetapi, karena jelek dan kejinya perbuatan zina maka Allah Subhaanahu wa ta’ala mewajibkan perkara tersebut sebagai akibat dari perbuatan menggauli orang lain (yakni berzina). Allah Subhaanahu wa ta’ala pun memerintahkan agar hukuman ini dilaksanakan di tempat yang terlihat oleh kaum mukminin, tidak boleh dilakukan di tempat yang keduanya tidak terlihat oleh seorang pun. Hal ini (lebih mengena) untuk kemaslahatan hukum dan hikmah dari sebuah pelarangan,
وَلْيَشْهَدْعَذَابَهُمَاطَائِفَةٌمِّنَالْمُؤْمِنِينَ
Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nuur [24]: 2)
Adapun hukuman bagi pelaku zina yang sudah menikah diambil dari hukuman Allah Subhaanahu wa ta’ala atas kaum Luth, yaitu dengan dihujani (dilempari) batu. Hal ini dikarenakan persamaan zina dan liwat (homoseksual) dari segi kekejiannya. Maka kita berlindung kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dari perkara tersebut.
Kerasnya Derita Orang yang Dirajam Menunjukkan Akan Besarnya Dosa yang Diperbuat Olehnya
Lihatlah (semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala memberi kita petunjuk tentang keadaan orang yang menjadi perbincangan masyarakat dan menjadi perhatian mata mereka, setiap orang menyaksikannya baik yang mukim (penduduk setempat) maupun yang sedang safar, baik yang shalih maupun yang fajir (penuh dosa). Bahkan masing-masing orang yang hadir mengundi malapetaka yang menimpanya, lalu masing-masing dari mereka membawa batu-batu yang telah terkumpul dan melempari orang yang dirajam dengan batu-batu tersebut di satu tempat yang telah ditentukan.
Kepala dan matanya yang telah melihat apa-apa yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya `, dilempari…
Hidungnya yang telah mencium bau parfum wanita pezina, dilempari…
Dua bibirnya yang telah mencium pasangan mesumnya, dilempari…
Badannya yang telah memeluknya dan merasakan nikmat pelukannya kepadanya, dilempari…
Tangannya yang telah menyentuh, meraba, dan merasakan kenikmatan, dilempari…
Sesungguhnya setiap anggota badan dan bagian-bagian tubuhnya yang telah merasakan kesenangan dan kenikmatan semuanya, dilempari…
Aduhai…inilah yang terjadi sekarang, engkau dilempari dan diazab dengan siksa yang amat pedih. Dan dari setiap arah, engkau menerima lemparan batu tanpa lemah lembut, kasih sayang, rasa simpati, dan iba diri.
Aduhai…inilah keadaan orang yang tidak merasa malu kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala . Dan sungguh sekarang warna pucat telah tampak, ia sangat malu untuk menatap manusia karena merasa amat hina. Demi Allah Subhaanahu wa ta’ala , ini adalah pemandangan yang sangat mengerikan. Setiap mata terbelalak melihatnya dan setiap hati menjadi berdebar karenanya. Sesungguhnya ini adalah bencana, siksaan, celaan, dan kehinaan.
وَلَاتَأْخُذْكُمبِهِمَارَأْفَةٌفِيدِينِاللَّهِ
Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah.” (QS. An-Nuur [24]: 2)
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa hubungan seks di luar pernikahan menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab dan memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan psikososial manusia. Bahaya tindakan aborsi, menyebarnya penyakit menular seksual, rusaknya institusi pernikahan, serta ketidakjelasan garis keturunan. Kehidupan keluarga yang diwarnai nilai sekuleristik dan kebebasan hanya akan merusak tatanan keluarga dan melahirkan generasi yang terjauh dari sendi-sendi agama.
Sebagaimana apa yang diperingatkan Alloh dalam surat An-Nur: 21:
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barang siapa yang mengikuti langkah syetan, maka sesungguhnya dia (syetan) menyuruh perbuatan yang keji dan mungkar…(An-nuur (24):21)
Aktifitas seksual pada dasarnya adalah bagian dari naluri yang pemenuhannya sangat dipengaruhi stimulus dari luar tubuh manusia dan alam berfikirnya. Meminimalkan hal-hal yang merangsang, mengekang ledakan nafsu dan menguasainya. Masa remaja memang sangat memperhatikan masalah seksual. Banyak remaja yang menyukai bacaan porno, melihat film-film porno. Semakin bertambah jika mereka berhadapan dengan rangsangan seks seperti suara, pembicaran, tulisan, foto, sentuhan, dan lainnya. Hal ini akan mendorong remaja terjebak dengan kegiatan seks yang haram.
Perawatan organ reproduksi tidak identik dengan pemanfaatan tanpa kendali. Sistem organ reproduksi dalam pertumbuhannya sebagaimana organ lainnya, memerlukan masa tertentu yang berkesinambungan sehingga mencapai petumbuhan maksimal. Disinilah letak pentingnya pendampingan orang tua dan pendidik untuk memberi pemahaman yang benar tentang pertumbuhan organ reproduksi. Pemahaman remaja berkaitan dengan organ reproduksinya tentunya ditanamkan sesuai dengan kadar kemampuan logika dan umur mereka. Dengan demikian remaja tidak akan cemas ketika menghadapi peristiwa haid pertama, melewati masa premenstrual syndrome dengan aman, memahami hukum fiqh terkait dengan haid serta peristiwa lain yang mengiringi masa pubertas remaja.
Remaja juga harus bisa menjaga diri (isti’faaf). Hal ini mampu dilakukan pada remaja yang mempunyai kejelasan konsep hidup dalam menjalani hidupnya. Orang tua sejak usia dini harus menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bahwa Alloh menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang benar telah tertanam maka remaja akan memahami jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, mengerti hubungan dirinya dengan lingkungaanya. Kualitas akhlak akan terus terpupuk dengan memahami batas-batas nilai, komitmen dengan tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Remaja akan merasa damai di rumah yang terbangun dari keterbukaan, cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga. Pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan dari freesex, komitmen terhadap aturan Alloh baik dalam aurot (pakaian), pergaulan antar lawan jenis, menghindari ikhtilath dan sebagainya.
B. Saran
Setelah membaca makalah ini, kami harapkan kepada rekan-rekan semua agar dapat menghindari freesex, karena dampaknya sangat buruk baik secara fisik maupun psikologis. Dan kami harapkan kepada pemerintah agar dapat menanggulangi kasus tersebut.
Daftar Pustaka
http://apig.wordpress.com/makalah-seks-bebas/
http://halalsehat.com/index.php/Remaja-Sukses/DAMPAK-PERILAKU-SEKS-BEBAS-BAGI-KESEHATAN-REMAJA-*.html
http://kaahil.wordpress.com/2009/08/12/hukum-islam-bagi-pelaku-zina-seks-bebas/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar