Makalah tentang free sex
Disusun
oleh :
Kelompok
1
Smk
n kebasen
Tahun
ajaran 2014/2015
Puja dan syukur kami panjatkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah yang
berjudul “Freesex No Prestasi Yes” ini dapat kami selesaikan tepat pada waktu
yang kami rencanakan, untuk memenuhi tugas yang diberikan guru pembimbing.
Kami menyadari bahwa makalah ini banyak
kekurangannya, maka dari itu kami meminta dengan hormat kepada para pembaca
untuk memberikan kritik dansaran demi kesempurnaannya.
Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih
sebanyak-banyaknya kepada guru pembimbing dan berbagai pihak yang telah banyak
membantu kami secara material maupun spiritual atas penyusunan makalah ini.Akhir
kata, penulis mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat dalam meningkatkan
pengetahuan dan wawasan pembaca, utamanya bagi penulis sendiri. Amin…………….
Daftar Isi
Kata pengantar ………………………………………
Daftar isi ………………………………………
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………
B. Batasan Masalah ………………………………………
BAB II. PEMBAHASAN
Sejarah sex bebas
A. Pengertian Seksualitas ………………………………………
B. Perbedaan seksualitas antara laki-laki dan
perempuan? ………..…………………………..
C. Pengertian Freesex ………………………………………
D.Penyebab terjadinya
freesex...........................
E.Pacaran adalah Freesex ………………………………………
F.Pandangan Islam Tentang Freesex
………………………………………
G.Beberapa Dampak dari Freesex ………………………………………
H.Hukum Islam bagi Pelaku Zina dan Seks Bebas
………………………………………
BAB III. Penutup
A. Kesimpulan ………………………………………
B. Saran ………………………………………
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak,
masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualang akan hal-hal yang baru
termasuk pengalaman berinteraksi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk
mengisi kehidupan mereka kelak. Rasa ingin tahu dari remaja kadang-kadang
kurang disertai pertimbangan rasional dan pengetahuan yang cukup akan akibat
lanjut dari suatu perbuatan. Daya tarik persahabatan antar kelompok, rasa ingin
tahu dianggap sebagai manusia dewasa, kaburnya nilai-nilai moral yang dianut,
kurangnya kontrol dari pihak yang lebih tua (dalam hal ini orang tua),
berkembangnya naluri seks akibat kematangan alat-alat kelamin sekunder,
kurangnya informasi mengenai seks dari sekolah atau lembaga formal serta
berbagai informasi seks dan media massa yang tidak sesuai dengan norma yang
dianut menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil mengenai masalah cinta dan
seks begitu kompleks dan menimbulkan gesekan-gesekan dengan orang tua atau
lingkungan.
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini,
tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan
(Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor
utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap
batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus
modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita
mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian yang ketat.
Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar
bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan
jauh dari norma-norma agama. Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya
Indonesia yang menjujung tinggi nilai agama dan pancasila. Tidak ada salahnya
jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari freesex. Saat ini pacaran
sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon
pendamping. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh
pacaran. Bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya,
pacaran (berduaan dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita
dapat menyimpulkan bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai
dengan budaya Indonesia, demikian juga dengan budaya islam.
B. Batasan Masalah
1. Apakah seksualitas itu?
2. Apa perbedaan seksualitas antara laki-laki
dan perempuan?
3. Apakah pengertian freesex?
4. Apakah ada hubungan antara pacaran dengan
freesex?
5. Bagaimana islam memandang freesex?
6. Sebutkan beberapa dampak freesex?
7. Jelaskan hukum islam bagi pelaku seks bebas
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah seks bebas
Revolusi seks yang mencuat di Amerika Serikat
dan Eropa pada tahun 1960-an seolah sudah merambah kesini melalui piranti
teknologi,informasi,dan sarana hiburan yang makin canggih,bintang-bintang
porno,film baru Amerika kini dengan gampang bias dinikmati melalui alat pemutar
VCD dan DVD.
Dilihat dari literature sejarah perilaku seks
bebas sudah pernah menjadi tradisi dalam masyarakat zaman zahiliyah dulu. Zaman
dimana kondisi masyarakat arab pra islam yang sangat tenggelam dalam “ Tanah
Lumpur “ kebodohan dan keterbelakangan masyarakat. Senang pertikaian,pembunuhan
,kekejaman dan suka mengubur anak perempuan.
Potret sosisl mereka begitu gelap amat
frimitive dan jauh dari peradaban pada zaman itulah berlaku tradisi perkawinan
mode seks bebas.
Imam Bukhori meriwayatkan dalam sebuah hadist
yang diceritakan melalui istri nabi Aisyah r.a ,bahwa pada zaman zahiliyah
dikenak 4 cara pernikahan :
Gonta-ganti pasangan
Model keroyokan
Hubungan seks yang dilakukan oleh tuna susila yang memasang bendera /
tanda di pintu-pintu rumah 4 model perkawinan sebagaimana berlaku sekarang.
Jika menyimak tiga model pertama dalam
perkawinan masyarakat zaman zahiliyah di atas ada kesamaaan budaya dengan
perilaku seks bebas,MBA,prostitusi dan hamil diluar nikah yang kian marak di
zaman sekarang.Adakah ini pertanda titik balih budaya kontemporer yang bakal
kembali ke zaman zahiliyah yang primitive dan gelap seperti dulu. . ??A.
Pengertian Seksualitas
Manusia adalah makhluk seksual. Seksualitas
diartikan sebagaimana laki-laki dan perempuan berbeda(dan mirip)satu sama
lain,secara fisik, psikologis, dan dalam istilah-istilah prilaku:
1. Aktivitas, perasaan, dan sikap yang di
hubungkan dengan reproduksi, dan;
2. Bagaimana laki-laki dan perempuan
berinteraksi dalam berpasangan didalam kelompok
Jika diterjemahkan kedalam bahasa yang
sederhana,seksualitas adalah bagaimana orang merasakan dan mengekspresikan
sifat dasar dan ciri-ciri seksualnya yang khusus.
Seksual dimulai dengan beberapa perubahan
pubertas selama masa remaja dan di lanjutkan seluruhnya dalam kehidupan dewasa.
Dibandingkan dengan pembatasan seksualitas pada periode ketika seseorang
memulai aktivitas seksual, kita perlu memikirkan definisi yang lebih tepat yang
dikombinasikan dengan cara perkembangan sikap seseorang dan perasaan tentang
menjadi laki-laki atau perempuan; cara dia berhubungan secara fisik dan
emosional menjadi anggota jenis kelamin yang sama dan yang berlawanan; dan
bagaimana menyenangkan orang yang menjadi laki-laki atau perempuan.
Seksualitas mencakup pengalaman dan ekspresi
seksual yang di pengaruhi jender,identitas seksual,identitas jender,orientasi
seksual, eroticism, sikap dan nilai, perilaku dan praktek, emosi terkait dan
proses reproduksi.
Macam-macam penyempingan
a.
Penyimpangan individual
- Penyalah gunaan narkoba
- Pelacuran
- Penyimpangan seksual
(Homoseks,Lesbian,Biseksual,Pedofil,Sodomi,Zina,seks
bebas,Transeksual ).
- Tindak kriminal / kejahatan
( Perampokan,pembunuhan,pengrusakan,
pemerkosaan dan lain-lain )
Dari sekian banyak bentuk penyimpangan yang
paling menarik dan paling disukai bahasanya adalah penyimpangan seks.
b.
Macam-macam Penyimpangan seks
Scoptophia :
Suka melihat orang lain bersetubuh
Voyeuurisme :
Suka ngintip cewe mandi telanjang
3.
Pedophilia :
Suka ngeseks dengan anak-anak,tidak berminat
dengan orang
Dewasa.
4.
Bestially :
Suka ngeseks dengan hewan atau binatang
peliharaan seperti
Ayam,itik,sapi,kambing,anjing dan lain-lain.
5.
Fetishisme :
Suka menyimpan dan mengumpulkan barang-barang
perempuan
Seperti bra,celana dalam dan lain-lain.
Nyamphomania :
Perempuan yang kuat nafsu seksnya tidak puas
berhubungan seks dengan satu laki-laki,melakukan seks dengan banyak
laki-laki,tapi bukan jablai.
7.
Satiriasis :
Sebaliknya dari nyamphomania.Laki-laki yang
kuat melakukan
Hubungan seks dengan banyak perempuan.
8.
Nechophilia :
Suka ngeseks dengan mayat.
9.
Incest :
Suka ngeseks dengan saudara / keluarga
sendiri.Seperti adik,kakak
,ibu atau ayah.
10.
Zoophilya :
Suka lihat hewan ngeseks.
11.
Molested :
Mencari kesempatan untuk bisa ngeseks paksa
dengan terlebih
Dahulu raba-raba punggung,buah dada.Contohnya
dokter,dukun
Yang berpura-pura akan memeriksa.
12.
Trollisme :
Laki-laki yang sika pacar / istrinya
disetubuhi oleh orang lain,
Selain itu baru dia yang horny.
13.
Wifeswapping :
Suka mengganggu istri orang lain dan ngeseks
dengan istri orang
Lain temasuk tuker-tukeran istri untuk
ngeseks.
14.
Exhibitionisme :
Suka memperlihatkan bagian-bagian tubuh
sehingga
Menimbulkan gairah seks.
15.
Sado-masokisme :
Sado :suka memukul objek seksualnya sehingga
dapat kepuasan.
Masokisme :Suka dipukul untuk dapat kepuasan
seksual.
Proterrisme :
Senang menggosok-gosoksn alat kelamin kepada
orang lain di
Tengah keramaian.
Faktor-faktor yang mempengaruhi seks bebas diantaranya :
Adanya pertentangan dari lawan jenis
Adanya tekanan dari keluarga dan teman
Kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas
Kurangnya perhatian dari keluarga khususnya orang tua
Tipisnya keimanan
Kondisi stres yang dialami oleh remaja
Seks bebas di kalangan remaja
Saat ini bahasan mengenai seks bebas dikalangan
remaja bukanlah hal asing atau aneh,bahkan bahasan seks bebas sudah menjadi
makanan sehari-hari di kalangan remaja,mereka sudah tidak sungkan untuk
berbicara mengenai seks.
Bahkan diantara mereka sudah banyak yang tidak
hanya menjadikan seks bebas sebagai bahasan segari-hari tetapi sudah berani
mempraktekannya dengan perbuatan,mereka sudah berani melakukan ‘HAL ITU ‘ tanpa
berfikir panjang apalagi bagi mereka yang berpacaran seringkali mereka
melakukan ‘ HAL ITU ‘ dengan mengatasnamakan cinta akibatnya banyak kasus
kehamilan diluar nikah.
Menurut kasi remaja dan perlindungan Hak
Reproduksi BKKBN Jawa Barat,Elma Triyulianti perilaku seks bebas di kalangan
remaja memang sangat mungkin terjadi karena usia remaja adalah usia yang paling
siap untuk melakukan hubungan seksual.
Lebih dari itu remaja juga menerima banyak
rangsangan dari luar yang menstimulus mereka.Akibatnya terjadi pergesran
perilaku pacaran di kalangan remaja dulu berpacaran hanya dilakukan berpegangan
dan bergandengan tangan.Tetapi sekarang tanpa rabaan,ciuman dan belaian sering
disebut bukan pacarann.
Fakta juga menunjukan,remaja semakin berani
berpacaran di depan umum.Padahal semua itu mengarah pada perilaku seks
bebas,banyak remaja yang melakukan hubungan seks pranikah,Hubungan seks sesama
jenis (homo seks),mencari kesenangan seks sendiri (onani) sampai jajan denga
para ‘PSK’.
Yang mengejutkan dari hasil survei BKKBN di
kab.Majalengka (2003)
Menunjukan dari 347 remaja 51% wanita dan 49%
laki-laki mengaku 88% mempunyai kekasih dan 12% tidak,dari jumlah tersebut
mereka yang pernah melakukan hubungan seks.64% dengan pacar,21% lain-lain,9%
sendiri dan 6% dengan wanita pekerja seks.Bayangkan. . . .” itu hanya di
kabupaten Majalengka yang kita bayangkan hanya kota kecil.Lalu bagaimana dengan
kota-kota besar lainnya?
Permasalahan tersebut menguatkan bahwa betapa
pentingnya penyadaran bahaya seks bebas terhadap remaja.Jika prose situ tidak
dilakukan akan ada konflik moral yaitu konflik antara beberapa kecenderungan.
Ada hokum moral yang mereka anggap betul dan
baik tapi disisi lain mereka tidak bisa lepas dari hal itu.
Konlik yang umum terjadi dikalangan remaja
adalah konflik seks mereka ingin bergaul kerap dengan lawan jenis dan ingin
melakukan segala sesuatu sesuai dengan dorongan hatinya,tetapi hal itu
bertentangan dengan larangan / pantangan agama dan nilai social.
Pemicu banyaknya perilaku seks bebas di
kalangan remaja :
Proses pendidikan gagal
Sering mlihat pornografi dan porno aksi
Lagi
nge_trend (pergaulan)
CINTA adalah ML
Mengikuti budaya barat seperti “ Valintine Days “
berpacaran
Terjerat dalam dunia abat-obatan
Terjerat
dalam dunia gank-gank’an
Dampak dan akibat seks bebas
Ada beberapa dampak yang disebabkan oleh
perilaku seks bebas diantaramya :
Aborsi
Aborsi adalah tindakan penghentikan kehamilan
sebelum janin dapat di luar kandungan (sebelum usia 20 minggu kehamilan ).Bukan
semata untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dalam keadaan darurat tapi juga bisa
karena sang ibu tidak menghendahi kehamilan itu.
Ada 2 macam aborsi itu,yaitu :
Aborsi spontan dimana aborsi terjadi secara
alami tanpa intervensi tindakan
medis dan aborsi yang direncanakan dimana melalui tindakan medis dengan
obat-obatan saja (jamu,dan sebagainya) atau tindakan bedah atau tindakan lain
yang menyebabkan pendarahan lewat vagina.
Penghentian kehamilan pada usia dimana janin
sudah mampu hidup mandiri di luar rahim
ibu (lebih dari 21 minggu usia kehamilan) bukan lagi tindakan aborsi tetapi
pembunuhan janin atau infantisida.
Aborsi dilakukan karena terjadi kehamilan yang
tidak di ingin.Apakah karena kontrasepsi yang gagal,perkosaan,ekonomi,jenis
Kelamin atau hamil diluar nikah.
Jika dilihat kebelakang,mengapa banyak remaja
yang aborsi,karena melakukan seks bebas.Untuk itu di perlukan pendidikan agama
agar moral mereka tinggi dan sadar bahwa free seks tidak sesuai dengan agama
dan berbahaya.I. Apa perbedaan seksualitas antara laki-laki dan perempuan?
Kita semua tahu perbedaan dasar secara fisik
antara tubuh laki-laki dab perempuan. Selain itu, bahwa perasaan internal dari
seksualitas bagaimana masing-masing jenis kelamin memahami dirinya dan
mengekspresikan sifat seksualnya secara khusus-secara nyata berbeda antara
laki-laki dan perempuan mengirimkan tanda sinyal seksula yang berbeda-beberapa
secara verbal,beberapa secara jasmaniah.Sinyal-sinyal itu biasanya berubah-ubah
sesuai dengan apakah orang-orang di sekitarnya laki-laki atau
perempuan.Namun,sulit untuk mengidentifikasikan atu menggambarkan bagaimana
laki-laki atau perempuan merasakannya sendiri kecuali melalui hal-hal yang
berhubungan dengan jenis kegiatan tertentu.
C. Pengertian Freesex
Seks bebas merupakan tingkah laku yang
didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku.
Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas karena adanya pertentangan dari lawan
jenis, adanya tekanan dari keluarga dan teman. Dari tahun ke tahun data remaja yang
melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari 5% ada tahun 1980-an
menjadi 20% di tahun 2000. telah dilakukan penelitian mengenai gambaran
pengetahuan remaja tentan seks bebas di Desa Paya Bakung Dusun I B Kecamatan
Hamparan Perak Tahun 2006.
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang
diajukan responden dengan jumlah sampel 42 responden. Hasil penelitian yang
terlibat pergaulan tidak baik sebanyak 80,9% sedangkan remaja yang memperoleh
sumber informasi tentang seks bebas sebanyak 47,6% dan remaja yang keadaan
ekonominya baik sebanyak 35,6% serta remaja yang berpengetahuan cukup tentang
seks bebas sebanyak 43% sedangkan baik dan kurang masing-masing sebanyak 28,5%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas disebabkan
karena kurangnya kesadaran remaja tentang keadaannya dan tidak ada keterbukaan
antara orang tua dan anaknya.
Munculnya istilah freesex seiring dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia,
kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena
dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan/kemajuan industri
masyarakat. Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa
kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada
kemunduran. Dalam hal ini adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh
perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya freesex tanpa batas.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan
dan dimengerti apa maksud dari istilah freesex. Dari segi bahasa pergaulan
artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi
freesex artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang
mengatur pergaulan.
Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan
lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31.
قُلْلِّلْمُؤْمِنِينَيَغُضُّوامِنْأَبْصَارِهِمْوَيَحْفَظُوافُرُوجَهُمْذَلِكَأَزْكَىلَهُمْإِنَّاللهَخَبِيرٌبِمَايَصْنَعُونَ {30} وَقُللِّلْمُؤْمِنَاتِيَغْضُضْنَمِنْأَبْصَارِهِنَّوَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ{31}
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang
beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya;
yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An
Nur: 30,31)
Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga
pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam freesex?
Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah
Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam freesex itu tidak dapat
menjamin kesucian seseorang
1.
Pengertian Sex Bebas
Seks berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat
atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Seksual berarti yang ada
hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks, misalnya pelecehan seksual
yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan.Perlaku seksual adalah
segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual.Hubungan
seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan
penyaluran dorongan seksual atas.
Seks bebas adalah hubungan seksual yang
dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia
prostitusi.Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah
berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya.
Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks ataupun sensasi seks
untuk mengatasi kejenuhan.
Seks bebas sangat tidak layak dilakukan
mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami
kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Ingat aborsi itu
sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu
saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang
menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya.
Pada orang yang telah menikah, seks bebas
dilakukan karena mereka mungkin hanya sekedar having fun. Biasanya mereka
melakukan perselingkuhan denga orang lain yang bukan pasangan resminya, bahkan
ada juga pasangan suami istri yang mencari orang ketiga sebagai variasi seks
mereka. Ada juga yang bertukar pasangan. Semua kelakuan diatas dapat
dikategorikan seks bebas dan para pelakunya sangat berisiko terinfeksi virus
HIV.
Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin
dimana seseorang lebih tertarik secara seksual. Secara ekstrem orientasi seksual
dikategorikan menjadi dua yaitu heteroseks (orang yang secara seksual tertarik
dengan lawan jenis) dan homoseks (orang yang secara seksual lebih tertarik
dengan orang lain yang sejenis kelamin). Diantara kedua kutub orientasi seksual
tersebut, masih ada perilaku-perilaku seksual yang sulit dimasukkan dalam satu
kategori tertentu karena banyak sekali keragaman di dalamnya.
Secara seksual dan aktivitas seskual pada
jenis kelamin yang sama. Laki-laki yang tertarik kepada laki-laki disebut “gay”., sedangkan
perempuan yang tertarik pada perempuan disebut “lesbian”.
Terjadinya homoseksualitas masih
diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa hal ini terjadi sejak lahir
(dipengaruhi oleh gen) dan ada pula yang mengatakan didapatkan dari pengaruh
lingkungan. Homoseksual dikatakan normal apabila bisa diterima di suatu budaya
tertentu dan dikatakan tidak normal apabila tidak diterima di budaya yang lain,
tetapi dalam bersikap kita sebaiknya
tetap menghargai manusia tanpa membedakan orientasi seksualnya.
2.
Penyebab Terjadinya Sex Bebas
a.
Pengaruh Negatif Media Massa
Media masssa seperti televisi, film, surat
kabar, majalah dan sebagainya belakangan semakin banyak memasang dan
mempertontonkan gambar-gambar seronok dan adegen seks serta kehidupan yang glamour yang jauh
dari nilai-nilai. Hal ini diperparah lagi dengan berkembangnya tehnologi
internet yang menembus batas-batas negara dan waktu yang memungkinkan mengakses
hal-hal yang bisa meningkatkan nafsu seks. Informasi tentang seks yang salah
turut memperkeruh suasana. Akibatnya remaja cenderung ingin mencoba dan
akhirnya terjerumus kepada sex bebs (free sex).
b.
Lemahnya Keimanan
Hampir semua, bila tidak mau dikatakan semua, perilaku seks bebas, tahu
akan beban dosa yang mereka terima. Tapi
entah kenapa, bagi mereka hal itu 'dibelakangkan' dan menjadikan nafsu sebagai
pemimpin. Ini menunjukkan lemahnya rasa keimanan mereka.
c.
Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan dilandasi nilai-nilai
agama.
d.
Lemahnya pengawasan orang tua.
e.
Salah dalam memilih teman
3.
Bahaya Dan Dampak Sex Bebas
Dampak dari sex bebas (free sex),
khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi
a.
Bahaya Fisik
Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena
penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS)
dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki. PMS
adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui
hubungan seksual. Seseorang berisiko
tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti
pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.
Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius
bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi
yang baru lahir bahkan kematian. Penyakit klamin yang dapat terjadi adalah
kencing nanah (Gonorrhoe), raja singa (Sifilis), herpes genitalis,
limfogranuloma venereum (LGV), kandidiasis, trikomonas vaginalis, kutil kelamin
dan sebagainya. Karena bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar
tubuh, gejala PMS lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda PMS
pada laki-laki antara lain:
•
berupa bintil-bintil berisi cairan,
•
lecet atau borok pada penis/alat kelamin,
•
luka tidak sakit; keras dan berwarna merah pada alat kelamin,
•
adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam,
•
rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin,
•
rasa sakit yang hebat pada saat kencing,
•
kencing nanah atau darah yang berbau busuk,
•
bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi
borok.
Pada perempuan sebagian besar tanpa gejala
sehingga sering kali tidak disadari.
Jika ada gejala, biasanya
berupa antara lain:
•
rasa sakit atau nyeri pada saat
kencing atau berhubungan seksual,
•
rasa nyeri pada perut bagian bawah,
•
pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin,
•
keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan
kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya,
•
keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal,
•
timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual,
•
bintil-bintil berisi cairan,
•
lecet atau borok pada alat kelamin.
Perlu diketahui bahwa PMS tidak dapat dicegah
hanya dengan memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya, mencuci alat
kelamin setelah berhubungan seksual, minum jamu-jamuan, minum antibiotik
sebelum dan sesudah berhubungan seks.
AIDS singkatan dari Aquired Immuno Deficiency
Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan
gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human
Immunodeficiency Virus. AIDS merupakan penyakit yang salah satu cara
penularannya adalah melalui hubungan seksual.
Selain itu HIV dapat menular melalui pemakaian jarum suntik bekas orang
yang terinfeksi virus HIV, menerim tranfusi darah yang tercemar HIV atau dari
ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungannya. Di
Indonesia penularan HIV/AIDS paling banyak melalui hubungan seksual yang tidak
aman serta jarum suntik (bagi pecandu narkoba).
Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya
tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu
orang yang terinfeksi sering menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu
atau diare. Pada periode 3-4 tahun
kemudian penderita tidak memperlihatkan gejala khas atau disebut sebagai
periode tanpa gejala, pada saat ini penderita merasa sehat dan dari luar juga
tampak sehat. Sesudahnya, tahun ke 5
atau 6 mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak,
sering sariawan dimulut, dan terjadi pembengkakan di kelenjar getah bening dan
pada akhirnya bisa terjadi berbagai macam penyakit infeksi, kanker dan bahkan
kematian. Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus HIV, yang menunjukkan
adanya virus HIV dalam tubuh, dilakukan tes darah dengan cara Elisa sebanyak 2
kali. Kemudian bila hasilnya positif,
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan cara Western Blot atau
Immunofluoresensi.
Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan
melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu
kesiapan fisik, kesiapan mental/ emosi/psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi. Secara umum, seorang perempuan dikatakan siap
secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya
berhenti tumbuh), yaitu sekitar usia 20 tahun.
Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan pedoman kesiapan fisik. Kehamilan
pada usia yang sangat dini dan tidak dikehendaki akan menyebabkan terjadinya
resiko kehamilan dan persalinan serta resiko pada janin seperti
panggul sempit
kontraksi rahim yang lemah
ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan
kehamilan serta
kejang-kejang yang dapat menyebabkan kematian
Remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka
ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya
Gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh pada janin
kecacatan
Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari
ibu yang tidak menghendaki kehamilan bayi yang dilahirkanya nanti. Sehingga
masa depan anak mungkin saja terlantar
Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan aborsi. Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai
tindakan ilegal atau melawan hukum.
Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara
sembunyi-sembunyi dan tidak aman. Aborsi
tidak aman berkontribusi kepada kematian dan kesakitan ibu. Aborsi sangat
berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika dilakukan
secara sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih. Perdarahan yang terus-menerus serta infeksi
yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan
yang melakukan aborsi. Di samping itu
aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis.
Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya
perasaan bersalah dan penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi.
b.
Bahaya perilaku dan kejiwaan
Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit
kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex.
Sipenderita sellau menyibukkan waktunya dengan berbagai khayalan-khayalan
seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan, dan bayangan-bayangan bentuk tubuh
wanita luar dan dalam. Sipenderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi,
sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak
stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk
melampiaskan nafsu seksualnya. Akibatnya bila tidak mendapat teman untuk sex
bebas, ia akan pergi ke tempat pelacuran (prostitusi) dan menjadi pemerkosa.
Lebih ironis lagi bila ia tak menemukan orang dewasa sebagai korbannya, ia tak
segan-segan memerkosa anak-anak dibawah umur bahkan nenek yang sudah uzur.
c.
Bahaya sosial
Sex bebas juag akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk
membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab.
Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi
seorang wanita yang melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam
lembah pelacuran dan prostitusi.
Anak yang terlanjur terlahir akibat sex bebas
(perzinahan) tidak mendapatkan cinta kasih dari ayahnya dan kelembutan belainan
ibunya. Ia tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup. Setelah ia
tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan, maka kejiwaannya akan menjadi kaku
dan tersisih dalam pergaulan dan sosial kemasyarakatan, bahkan tak jarang ia
akan terlibat dalam masalah kriminalitas. Hal yang lebih ironis lagi adalah
sering ayah dari anak yang terlahir akibat sex bebas tidak jelas lagi siapa
ayahnya.
Sex bebas juga akan menyebabkan berantakannya
suatu keluarga dan terputusnya tali silaturrahmi dan kekerabatan. Orang tua
biasanya tidak akan perduli lagi pada anak yang telah jauh tersesat ini,
sebaliknya seorang remaja yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh orang tuanya
akan semakin nekad, membangkang dan tidak patuh lagi pada orang tua. Ia juga
akan terlibat konfrontasi dengan sanak saudara lainnya. Hal ini pada akhirnya
dapat menimbulkan rasa frustasi dan kecewa serta dendam tak kesudahan terhadap
anggota keluarga sendiri.
d.
Bahaya perekonomian
Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya
produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun,
penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya. Disamping itu
sipelaku juga akan berupaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala
cara termasuk dari jalan yang haram dan keji seperti korupsi, menipu, judi,
bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainya.
4.
Pencegahan Terjadinya Sex
Bebas
Untuk menghindari sex bebas perlu dilakukan pengontrolan dan
pengendalian nafsa syahwat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah.
a.
. Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
Seorang
pemuda bila ia sendirian diwaktu-waktu kosong, akan datang kepadanya
angan-angan, bisikan-bisikan dan hawa nafsu yang membawa kepada dosa juga
khayalan-khayalan seksual. Seorang pemuda harus mentahui bagaimana ia
menghabiskan waktunya dan mengisi waktu kosongnya. Banyak sekali hal-hal yang
dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi waktu kosongnya, bisa dengan
olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat kerajinan tangan,
menghadiri pengajian, mengiktui perlombaan dan lain-lain aktifitas yang
bermanfaat.
b.
Memilih Teman Yang Baik
Suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan
bahwa ketika seorang remaja berteman dengan teman yang baik maka ia akan
terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan.
c.
Menjauhi dan menghindari media massa yang buruk
Media massa merupakan salah satu faktor yang
”ikut” bertanggung jawab terhadap menjamurnya seks bebas. Banyak acara-acara
ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang mengumbar nafsu seks,
gambar-gambar yang seronok, iklan-iklan yang berbau ”pornografi” yang turut
memperburuk moral para remaja dan merangsang remaja untuk melakukan seks bebas.
Untuk itu para remaja perlu memilah-milah berita yang akan dibaca dan acara
televisi yang akan ditontonnya.
d.
Berpuasa
e.
Menggunakan cara-cara medis
Untuk mengendalikan nafsu seksual dapat
diupayakan cara-cara medis sebagai berikut:
•
Sering mandi air dingin di musim panas
•
memperbanyak olahraga dan latihan fisik
•
Menjauhi makanan yang mengandung merica dan rempah-rempah karena
mempunyai sifat merangsang
•
Tidak terlalu banyak mengkonsumsi semampunya minuman perangsang saraf
seperti kopi
•
Tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging merah dan telur
E. Pacaran adalah Freesex
Pacaran merupakan satu konsep yang sama dengan
freesex. Dari sumber di atas kita telah mengetahui bahwa freesex tidak mengenal
batas-batas pergaulan. Para remaja dengan bebas saling bercengkrama, bercampur
baur (ikhtilat) antara lawan jenis, akibatnya mudah di telusuri berkembanglah
budaya pacaran.
Kecintaan terhadap lawan jenis adalah fitrah
manusia. Tetapi pacaran buakanlah wadah yang tepat. Cinta bukanlah sekedar
pandangan mata ataupun kerlingan. Bukan pula lembaran surat yang berisi pujian
kata yang melebihi dari ikatan pernikahan, dan cinta tidak akan berakhir dengan
pernikahan.
Banyak orang yang mengagungkan dan
memproklamirkan kata cinta. Namun mengapa gambaran dan kenyataan pahit mewarnai
dunia cinta. Betapa banyak cinta berujung pada pembunuhan bayi-bayi yang tak
berdosa. Banyak orang yang memiliki cinta melakukan hal yang keji. Cinta
berubah menjadi perceraian dan mengakibatkan suramnya masa depan generasi
mendatang. Mengapa pula cinta bisa dijajakan di sembarang tempat oleh wanita
berbusana minim ? Hal-hal yang mengenaskan sekaligus memalukan itu menjadi
daftar persoalan yng melingkupi dunia cinta.
Sebagian orang berpendapat bahwa cinta
bermakna kecenderungan terus menerus disertai dengan hati yang meluap-luap.
Inilah yang membuat seseorang menjadi buta dan tuli. Kebutaan ini dapat
diartikan tidak lagi melihat tata nilai terutama nilai-nilai syariat islam,
sehingga banyak orang menabrak nilai-nilai Islam dalam mengekspresikan
cintanya. Dan yang dimaksud tuli yaitu tidak mau mendengar nasihat-nasihat
agama yang seharusnya dapat membingkai cintanya. Seperti yang telah disabdakan
oleh Nabi Muhammad SAW,
“Kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuat buta
dan tuli.” (HR. Ahmad).
Lain halnya dengan seseorang yang berada dalam
wilayah tidak terlarang, seperti seseorang yang berada jauh dari rumah lalu
merindukan istrinya.
Semua aktifitas tubuh kita berpotensi
menimbulkan zina ketika digerakkan atas nama syahwat yang melesat lepas dari
kendali fitrah. Namun nama Allah Maha Pemurah, zina yang dilakukan selain farji
tidak sampai dikenakan hukuman cambuk. Ia masih bisa dihapus dengan taubat yang
tulus dan ditebus dengan amal-amal shalih. Cara untuk menghindari zina adalah
dengan mengendalikan hawa nafsu dan menutup rapat-rapat pintu zina.
E. Pandangan Islam Tentang Freesex
Banyak hal-hal yang negatif yang ditimbulkan
oleh freesex. Ini semua telah terlukis oleh mereka di belahan bumi Barat, yang
dulu mengagung-agungkan kebebasan dalam segala hal, termasuk kebebasan seks,
kini mereka menjerit. Angka perceraian sangat tinggi, dan pranata pernikahan
diragukan. Akibatnya keluarga sebagai sendi masyarakat runtuh, kemudian
terjadilah dekadensi moral. Wabah AIDS menebarkan kengerian dan ketakutan
karena semakin liarnya perilaku masyarakat dalam freesex.
Apa yang terjadi di Barat dapat kita sinyalir
dari tulisan George Balusyi dalam bukunya ; “Ledakan Seksual”, yaitu ; “pada
tahun 1962, Kennedy menjelaskan, masa depan Amerika diancam bahaya, sebab para
pemudanya cenderung dan tenggelam di dalam syahwat sehingga tidak mampu memikul
tanggung jawab yang harus dipikul di atas pundaknya. Setiap tujuh pemuda yang
maju untuk jadi tentara, terdapat enam pemuda yang tidak pantas dijadikan
tentara. Sebab syahwat yang telah mereka lampiaskan itu, telah merusak
keseimbangan hygienis dan psikis mereka”.
Budaya free sex tidak jauh berbeda dengan
budaya pacaran. Dan dengan menghubungkan fakta yang terjadi di sekitar kita,
banyak para pemuda dan pemudi yang mengaku dirinya muslim tetapi mereka
melakukan perbuatan zina. Juka hal ini dibiarkan, maka akan sangat berabhaya
bagi kelanjutan da’wah Islam. Betapa sedihnya jika ummat Islam yang begitu
besar tetapi akhlak para pemudanya penuh dengan kebobrokan. Naudzubillahi min
zaalik.
F. Beberapa Dampak dari Freesex
Remaja dalam perkembangannya memerlukan
lingkungan adaptip yang menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan
membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya. Ada kesan pada remaja,
seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga
tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik
dan perlu dicoba (sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam
lingkungan mal-adaptif, akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak
masa depan remaja. Dampak freesex mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti
seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya
penyakit menular seksual (PMS).
Penyakit menular seksual sampai saat ini ada
lebih dari 30 macam penyakit. Yang sering ditemui di indonesia adalah :
· GONORE atau kencing nanah
· SIPILIS atau raja singa
· HERPES GENETSLIS
· AIDS
Gonore
Pada lelaki mudah dikenal sebagai “kencing
nanah”. Penyebabnya bakteri yang disebut Neisseria gonorrheae. Gejala-gejala
muncul antara 2 hingga 10 hari setelah terjadi hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1) Penyakit radang panggul
2) Kemandulan
3) Infeksi mata pada bayi baru lahir
4) Memudahkan penularan infeksi HIV
Sifillis
Disebut juga “raja singa”. Disebabkan oleh
bakteri treponema pallidum. Gejala-gejala munul antara 2-6 minggu
(kadang-kadang 3 bulan) setelah terjadi hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1) Kerusakan pada otak dan jantung
2) Keguguran atau lahir cacat
3) Memudahkan penularan infeksi HIV
Herpes Genital
Disebabkan oleh virus Herpes simplex.
Gejala-gejala muncul antara 4-7 hari setelah terjadi hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1) Nyeri
2) Dapat ditularkan ke mata bayi baru lahir-
buta
3) Dapat menyebabkan infeksi berat yang
menyebabkan kematian pada janin atau aborsi
4) Meningkatkan resiko terkena HIV/AIDS
AIDS
AIDS (Acquired immune deficiency syndrome)
adalah penyakit infeksi yang menular. (Gejalanya adalah kelompok tanda-tanda
dan gejala tertentu). Ini ditularkan lewat kontak seksual, berbagai jarum yang
tercemar dan menerima darah yang terinfeksi dan alat-alat untuk transfusi
darah. Perempuan hamil yang terinfeksi AIDS dapat menularkan penyakit itu
kepada anaknya.
AIDS mempengaruhi individu yang homo seksual
(tertarik pada jenis kelamin yang sama) ataupun hetero seksual (tertarik pada
lawan jenis). Kelompok yang paling sering tertular oleh AIDS adalah laki-laki
homo seksual; laki-laki dan perempuan yang memiliki pasangan seksual yang
berganti-ganti, baik padahomo seksual maupun hetero seksual; pengguna obat
melalui suntikan; dan hemophilliacs (seseorang yang menderita kelainan darah
yang jarang yang memerlukan transfusi darah terus menerus). Kelompok itu acap
kali dinamakan kelompok beresiko tinggi terserang AIDS.
Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas
masih sangat rendah. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah
meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada sekitar
2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. Di
Amerika, 1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian, 1 dari 2 anak hasil perzinahan,
75 % gadis mengandung di luar nikah, setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks
dengan pelacuran. Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan
berakhir dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat
hingga 486%. Di Perancis, penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu
satu tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual/ lesbian, incest, orgy,
bistiability, merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi industri yang
menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undang-undang.
Lebih dari 200 wanita mati setiap hari
disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun
tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang
membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga
tidak profesional (unsafe abortion).
Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan
dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi,
sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan
sampai terjadinya infertilitas.
Secara psikologis seks pra nikah memberikan
dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil,
lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah,
serta penghinaan terhadap masyarakat.
G. Hukum Islam bagi Pelaku Zina dan Seks Bebas
Sungguh Allah Subhaanahu wa ta’ala telah
mengkhususkan hukuman dosa zina daripada hukuman-hukuman yang lainnya dengan
tiga kekhususan, yaitu:
Pertama, dibunuh dengan cara yang sangat keji
jika pelakunya seorang yang telah menikah, dan terkadang dicambuk (hukuman ini
bagi pelaku zina yang belum menikah), terkadang digabungkan antara dua hukuman
kepada pelakunya, yaitu pada tubuhnya dengan cambukan dan pada hatinya dengan
diasingkan dari negerinya selama satu tahun.
Ada sebuah hadits dalam Shahihain bahwasanya
datang seorang Arab gunung kepada Nabi Shallallaahu ’alaihi wasallam, lalu
berkata:
”يَارَسُوْلَاللهِ! إِنَّابْنِىكَانَعَسِيفًا ( أَجِيرًا ) عَلَىهَذَا،فَزَنَىبِامْرَأَتِهِوَإِنِّيْأُخْبِرْتُأَنَّعَلَىابْنِىالرَّجْمَ،فَافْتَدَيْتُمِنْهُبِمِائَةٍمِنَالْغَنَمِوَوَلِيدَةٍ ( جَارِيَةٍ )،فَسَأَلْتُأَهْلَالْعِلْمِفَأَخْبَرُوْنِيْأَنَّعَلَىابْنِىجَلْدُمِائَةٍوَتَغْرِيبُعَامٍ،وَأَنَّعَلَىامْرَأَةِالرَّجُلِالرَّجْمَ “
“Wahai Rasulullah! Sesungguhnya anak lelakiku
bekerja kepada si fulan, lalu ia berzina dengan istrinya. Diberitakan kepadaku
bahwa anak lelakiku harus dirajam. Maka aku membayar fidyah darinya dengan
seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian, aku bertanya kepada
ulama dan mereka memberitahukan kepadaku bahwa anak lelakiku harus dicambuk
seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Adapun istri si fulan itu harus
dirajam.“
Lalu, Nabi Shallallaahu ’alaihi wasallam
bersabda:
”وَالَّذِىنَفْسِىبِيَدِهِلأَقْضِيَنَّبَيْنَكُمَابِكِتَابِاللَّهِ،أَمَّاالْوَلِيدَةُوَالْغَنَمُرَدٌّعَلَيْكَ،وَعَلَىابْنِكَجَلْدُمِائَةٍوَتَغْرِيبُعَامٍ،وَاغْدُيَاأُنَيْسُإِلَىامْرَأَةِهَذَا،فَإِنِاعْتَرَفَتْفَارْجُمْهَا “
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya,
sungguh aku akan menetapkan hukum di antara kalian berdua dengan kitab Allah,
ambillah kembali budak wanita dan kambing itu olehmu adapun anak lelakimu harus
dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Pergilah engkau wahai
Unais kepada istri si fulan ini. Jika ia mengakui (perbuatannya), rajamlah ia.”
(Lalu, ia pun pergi kepada wanita tersebut dan wanita itu pun mengakuinya. Maka
Nabi Shallallaahu ’alaihi wasallam memerintahkan agar wanita tersebut dirajam,
lalu dirajamlah ia).
Kedua, Allah Subhaanahu wa ta’ala melarang para
hamba-Nya dari kaum mukminin agar tidak mencegah tegaknya hukum Allah
Subhaanahu wa ta’ala dalam agama-Nya atas dasar belas kasihan. Allah Subhaanahu
wa ta’ala berfirman,
”Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya
mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah
dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh
sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nuur [24]: 2)
Ketiga, Allah Subhaanahu wa ta’ala mewajibkan
agar aib keduanya (para pelaku zina) ditampakkan. Tidak diragukan lagi
bahwasanya Allah Subhaanahu wa ta’ala Satir (سَتِيْرٌ), yang
Maha Mencintai ketertutupan dan ‘Afuw (عَفُوٌّ), yang Maha Mencintai
ampunan. Akan tetapi, karena jelek dan kejinya perbuatan zina maka Allah
Subhaanahu wa ta’ala mewajibkan perkara tersebut sebagai akibat dari perbuatan
menggauli orang lain (yakni berzina). Allah Subhaanahu wa ta’ala pun
memerintahkan agar hukuman ini dilaksanakan di tempat yang terlihat oleh kaum
mukminin, tidak boleh dilakukan di tempat yang keduanya tidak terlihat oleh
seorang pun. Hal ini (lebih mengena) untuk kemaslahatan hukum dan hikmah dari
sebuah pelarangan,
وَلْيَشْهَدْعَذَابَهُمَاطَائِفَةٌمِّنَالْمُؤْمِنِينَ
”Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka
disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nuur [24]: 2)
Adapun hukuman bagi pelaku zina yang sudah
menikah diambil dari hukuman Allah Subhaanahu wa ta’ala atas kaum Luth, yaitu
dengan dihujani (dilempari) batu. Hal ini dikarenakan persamaan zina dan liwat
(homoseksual) dari segi kekejiannya. Maka kita berlindung kepada Allah
Subhaanahu wa ta’ala dari perkara tersebut.
Kerasnya Derita Orang yang Dirajam Menunjukkan
Akan Besarnya Dosa yang Diperbuat Olehnya
Lihatlah (semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala
memberi kita petunjuk tentang keadaan orang yang menjadi perbincangan
masyarakat dan menjadi perhatian mata mereka, setiap orang menyaksikannya baik
yang mukim (penduduk setempat) maupun yang sedang safar, baik yang shalih
maupun yang fajir (penuh dosa). Bahkan masing-masing orang yang hadir mengundi
malapetaka yang menimpanya, lalu masing-masing dari mereka membawa batu-batu
yang telah terkumpul dan melempari orang yang dirajam dengan batu-batu tersebut
di satu tempat yang telah ditentukan.
Kepala dan matanya yang telah melihat apa-apa
yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya `, dilempari…
Hidungnya yang telah mencium bau parfum wanita
pezina, dilempari…
Dua bibirnya yang telah mencium pasangan
mesumnya, dilempari…
Badannya yang telah memeluknya dan merasakan
nikmat pelukannya kepadanya, dilempari…
Tangannya yang telah menyentuh, meraba, dan
merasakan kenikmatan, dilempari…
Sesungguhnya setiap anggota badan dan
bagian-bagian tubuhnya yang telah merasakan kesenangan dan kenikmatan semuanya,
dilempari…
Aduhai…inilah yang terjadi sekarang, engkau
dilempari dan diazab dengan siksa yang amat pedih. Dan dari setiap arah, engkau
menerima lemparan batu tanpa lemah lembut, kasih sayang, rasa simpati, dan iba
diri.
Aduhai…inilah keadaan orang yang tidak merasa malu
kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala . Dan sungguh sekarang warna pucat telah
tampak, ia sangat malu untuk menatap manusia karena merasa amat hina. Demi
Allah Subhaanahu wa ta’ala , ini adalah pemandangan yang sangat mengerikan.
Setiap mata terbelalak melihatnya dan setiap hati menjadi berdebar karenanya.
Sesungguhnya ini adalah bencana, siksaan, celaan, dan kehinaan.
وَلَاتَأْخُذْكُمبِهِمَارَأْفَةٌفِيدِينِاللَّهِ
”Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya
mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah.” (QS. An-Nuur [24]: 2)
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa
hubungan seks di luar pernikahan menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab
dan memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan psikososial
manusia. Bahaya tindakan aborsi, menyebarnya penyakit menular seksual, rusaknya
institusi pernikahan, serta ketidakjelasan garis keturunan. Kehidupan keluarga
yang diwarnai nilai sekuleristik dan kebebasan hanya akan merusak tatanan
keluarga dan melahirkan generasi yang terjauh dari sendi-sendi agama.
Sebagaimana apa yang diperingatkan Alloh dalam
surat An-Nur: 21:
”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barang siapa yang mengikuti langkah
syetan, maka sesungguhnya dia (syetan) menyuruh perbuatan yang keji dan
mungkar…(An-nuur (24):21)
Aktifitas seksual pada dasarnya adalah bagian
dari naluri yang pemenuhannya sangat dipengaruhi stimulus dari luar tubuh
manusia dan alam berfikirnya. Meminimalkan hal-hal yang merangsang, mengekang
ledakan nafsu dan menguasainya. Masa remaja memang sangat memperhatikan masalah
seksual. Banyak remaja yang menyukai bacaan porno, melihat film-film porno.
Semakin bertambah jika mereka berhadapan dengan rangsangan seks seperti suara,
pembicaran, tulisan, foto, sentuhan, dan lainnya. Hal ini akan mendorong remaja
terjebak dengan kegiatan seks yang haram.
Perawatan organ reproduksi tidak identik
dengan pemanfaatan tanpa kendali. Sistem organ reproduksi dalam pertumbuhannya
sebagaimana organ lainnya, memerlukan masa tertentu yang berkesinambungan
sehingga mencapai petumbuhan maksimal. Disinilah letak pentingnya pendampingan
orang tua dan pendidik untuk memberi pemahaman yang benar tentang pertumbuhan
organ reproduksi. Pemahaman remaja berkaitan dengan organ reproduksinya
tentunya ditanamkan sesuai dengan kadar kemampuan logika dan umur mereka.
Dengan demikian remaja tidak akan cemas ketika menghadapi peristiwa haid
pertama, melewati masa premenstrual syndrome dengan aman, memahami hukum fiqh
terkait dengan haid serta peristiwa lain yang mengiringi masa pubertas remaja.
Remaja juga harus bisa menjaga diri
(isti’faaf). Hal ini mampu dilakukan pada remaja yang mempunyai kejelasan
konsep hidup dalam menjalani hidupnya. Orang tua sejak usia dini harus
menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bahwa Alloh menciptakan manusia untuk
beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang benar telah tertanam maka remaja
akan memahami jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya,
mengerti hubungan dirinya dengan lingkungaanya. Kualitas akhlak akan terus
terpupuk dengan memahami batas-batas nilai, komitmen dengan tanggung jawab
bersama dalam masyarakat. Remaja akan merasa damai di rumah yang terbangun dari
keterbukaan, cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga. Pengawasan
dan bimbingan dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan dari freesex,
komitmen terhadap aturan Alloh baik dalam aurot (pakaian), pergaulan antar
lawan jenis, menghindari ikhtilath dan sebagainya.
B. Saran
Setelah membaca makalah ini, kami harapkan
kepada rekan-rekan semua agar dapat menghindari freesex, karena dampaknya
sangat buruk baik secara fisik maupun psikologis. Dan kami harapkan kepada
pemerintah agar dapat menanggulangi kasus tersebut.
Daftar Pustaka
http://apig.wordpress.com/makalah-seks-bebas/
http://halalsehat.com/index.php/Remaja-Sukses/DAMPAK-PERILAKU-SEKS-BEBAS-BAGI-KESEHATAN-REMAJA-*.html
http://kaahil.wordpress.com/2009/08/12/hukum-islam-bagi-pelaku-zina-seks-bebas/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar